Uncategorized

Legenda 5 Nama Kota Paling Keren di Indonesia

Hasil gambar untuk kota kerren di indonesia

Pernahkah kita berpikir dari mana nama kota itu berasal? Mengapa nama kota sangat bervariasi dan tampaknya memiliki makna?

Rupanya, di balik nama-nama kota besar di negara kita, simpan sejumlah cerita, dari sejarah, legenda, hingga kisah mistik.

Indonesia merupakan Negara yang kental dengan legenda dan juga cerita rakyatnya.

Salah satu yang paling terkenal adalah asal usul kota lamongan dan beberapa kota besar lainnya. Nah, berikut adalah arti di balik nama 5 kota terpilih di Indonesia:

1. Surabaya – Ada Dua Versi Berbeda Tentang Asal-Usulnya

Kota Surabaya merupakan Nama ibu kota Provinsi Jawa Timur, kota ini berasal dari 2 kata, yaitu Sura dan Baya. Menurut versi historis, Surabaya berarti selamat dari bahaya (sura = selamat, menengah = bahaya).

Pada waktu itu wilayah Surabaya diserang oleh pasukan Tar Tar (Mongol), tetapi pasukan Majapahit yang dipimpin oleh Raden Wijaya berhasil menghancurkan mereka.

Menurut versi legendaris, kata Surabaya berarti hiu dan buaya. Konon, kedua makhluk bernama Sura (hiu) dan Baya (buaya) keduanya kuat dan selalu bermusuhan satu sama lain di wilayah tersebut.

Jadi akhirnya mereka berdua merasa bosan bermusuhan dan memutuskan untuk berdamai. Tetapi perdamaian disertai dengan perjanjian yang berisi bahwa Sura akan menguasai perairan dan Baya akan menguasai wilayah daratan.

Namun, perjanjian itu tidak berlangsung lama. Sura, hiu, berulang kali mencari mangsa di sungai.

Hingga suatu hari, tindakannya diketahui oleh Baya. marah Baya. Sura beralasan bahwa sungai adalah daerah perairan sehingga ia masih memiliki hak untuk mencari makan di sana. Sementara Baya meyakini sebaliknya.

Karena kedua belah pihak tidak mau mengalah, terjadi perkelahian besar. Pada awalnya, Baya dikalahkan dalam pertarungan, tetapi dengan sisa-sisa kekuatannya, ia akhirnya berhasil menggigit ujung ekor Sura, yang membuat Sura melarikan diri ke laut.

Inilah sebabnya mengapa tempat mereka bertempur sekarang disebut Surabaya. Bahkan sekarang simbol kota Surabaya adalah dalam bentuk gambar hiu dan buaya.

2. Bekasi – Namanya Berasal Dari Bahasa Sansekerta Kuno

Kota yang berbatasan dengan Jakarta baru-baru ini menjadi sangat terkenal karena banyaknya meme yang beredar tentang kota ini. Tapi tahukah Anda bahwa secara historis, kata Bekasi memiliki makna yang indah?

Secara historis, asal mula kota Bekasi dimulai ketika Kerajaan Tarumanegara dipimpin oleh Raja Purnawarman.

Kerajaan ini di bawah pemerintahannya membangun saluran irigasi yang dikenal sebagai Chandrabhga yang melewati daerah Bekasi saat ini. Saluran irigasi ini sekarang diubah menjadi Sungai Bekasi.

Seorang ahli bahasa sanseketa dan jawa kuno, Poerbatjaraka mengatakan Bahwa kata Chandrabhaga berasal dari kata Chandra yang berarti “bulan” (atau sasi dalam bahasa Jawa Kuno) dan Bhaga berarti “bagian”, oleh karena itu, secara etimologis kata Chandrabhaga berarti bagian dari bulan.

Kata Chandrabhaga kemudian berubah menjadi Bhagasasi, hal ini disebabkan karena dalam perkembangannya kata Chandra sering diganti kata dengan Sasi, dan kata itu sering dibalik, sehingga kata Bhagasasi dibentuk.

Seiring waktu, banyak orang mengatakan secara singkat apa yang menjadi Bhagasi. Kata Bhagasi dalam bahasa Belanda sering ditulis “Bacassie” kemudian diubah menjadi Bekasi hingga sekarang.

3. Semarang – Keanehan Pertumbuhan Pohon Asam

Asal usul kota Semarang berasal dari kerajaan Demak. Saat itu ada seorang pangeran bernama Raden Made Pandan.

Selain dihormati karena seorang bangsawan, ia juga seorang guru agama. Ia memiliki seorang putra bernama Raden Pandanarang.

Suatu hari, Raden Made Pandan memutuskan untuk bepergian dengan mengundang putranya.

Tujuannya adalah untuk memperluas simbol-simbol Islam. Pengeluaran mereka mencapai daerah subur, jadi Raden Made Pandan memutuskan untuk menetap dan mendirikan sekolah asrama di wilayah tersebut.

Dari apa yang awalnya kecil, sekolah asrama kemudian menjadi lebih besar dan lebih ramai. banyak warga sekitar yang kemudian belajar agama di sana.

Ketika Raden Made Pandan meninggal, sesuai dengan kehendaknya, sekolah asrama diambil alih oleh Raden Pandanarang.

Suatu ketika, ketika Raden Pandanarang berjalan di sekitar kompleks pondoknya, ia melihat sesuatu yang tidak biasa.

Di daerah subur, di mana pohon-pohon tampak lebat, ia melihat beberapa pohon asam yang tumbuh jarang.

Karena keanehan ini maka diputuskan untuk memberi nama daerah Semarang, yang berasal dari kata Sem (pohon asam) dan Arang (artinya jarang).

Raden Pandanarang sendiri kemudian diangkat sebagai pemimpin di daerah itu dengan gelar Ki Ageng Pananarang I.

4. Banyuwangi – Kisah Mengharukan Di Balik Nama Ini

Sejarah penamaan kota di ujung timur Jawa berasal dari legenda. Alkisah, ada putra raja bernama Pangeran Banterang.

Dia adalah putra mahkota yang adil dan bijaksana. Dia sangat suka berburu. Hingga suatu hari ia tersesat di tengah hutan sambil mengejar rusa.

Di tengah hutan ini ia kemudian bertemu seorang putri bernama Surati. Putri ini ternyata adalah seorang putri dari Kerajaan Klungkung.

Ayahnya Putri Surati meninggal saat berjuang untuk mempertahankan kerajaannya. Merasa menyesal, Pangeran Banterang membawa Surati ke istananya dan mereka kemudian menikah.

Suatu hari, ketika Putri Surati diburu oleh suaminya, dia dikunjungi oleh seorang pengemis, yang ternyata adalah Rupaksa, saudara kandung Surati.

Rupaksa mengundang adiknya untuk membunuh Raden Banterang, karena ternyata yang membunuh ayah mereka adalah Raden Banterang.

Undangan ini ditolak oleh Surati, sampai Rupaksa menjadi marah. Sebelum meninggalkan Surati, dia memberikan ikat kepala dan memerintahkan ikat kepala itu disimpan di bawah tempat tidur.

Sementara itu, dalam perburuannya, Pangeran Banterang dikunjungi oleh seorang pengemis.

Kepada sang pangeran, pengemis mengatakan bahwa Putri Surati berencana untuk membunuh Pangeran Banterang melalui seseorang. Dan ikat kepala para kurir disimpan di bawah tempat tidur sang putri.

Mendengar pidato pengemis itu, Raden Banterang segera kembali ke istana dan memeriksa lokasi keluhan Putri Surati.

Demi melihat ikat kepala di bawah tempat tidur, Pangeran Banterang menjadi marah dan berniat untuk membunuh Putri Surati.

Aku sangat marah pada sang pangeran, pembelaan Putri Surati tidak terdengar sama sekali.

Putri Surati kemudian bersumpah bahwa jika apa yang dia katakan itu benar, maka air sungai di dekatnya akan berbau harum.

Sebaliknya, jika dia berbaring, airnya akan berbau busuk. Sebelum Pangeran Banterang menghunus pedang untuk membunuh Puteri Surati, Puteri melompat ke sungai terlebih dahulu.

Dan benar saja, air sungai ternyata berbau harum. Sejak itu daerah itu bernama Banyuwangi (banyu = air), yang berarti air wangi.

5. Pontianak – Menyusuri Sungai dan Terganggu oleh … Kuntilanak?

Berbeda dengan legenda kota-kota lain, legenda asal mula kota Pontianak mengandung unsur mistik.

Pada tanggal 23 Oktober 1771 atau bertepatan dengan Rajab ke-1181 H, kelompok yang dipimpin oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie bermaksud untuk menebangi hutan yang terletak di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas dan Sungai Kapuas Kecil.

Dalam perjalanan ke tempat itu, tepatnya saat menyusuri Sungai Kapuas, rombongan itu kerap diganggu oleh roh-roh berupa kuntilanak.

Karena begitu sering kelompok itu terganggu, dikatakan bahwa Syarif Abdurrahman terpaksa menembakkan meriamnya untuk mengusir kuntilanak.

Tempat meriam itu jatuh kemudian dijadikan tempat untuk mendirikan kesultanan yang kemudian disebut Kesultanan Pontianak.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*