Uncategorized

Cemas saat sesampai di deck 4 Kapal Legundi, serta merasakan semua seat penuh terisi. Membaca kalimah istigfar, Zahra menghela nafas kadang-kadang mengusapi kepala Fahri si bungsu, yang terlihat capek.

Abi Ahmad, sang suami repot dengan dua koper bawaan serta satu carrier bag cukup besar. Mengejar Zahra 10 menit selanjutnya di deck 4, dia juga jadi cemas.

“Aduh. Tidak bisa tempat kita bi, beberapa anak kasihan,” keluh Zahra pada Ahmad.

Ahmad serta Zahra bersama dengan tiga putranya ialah penumpang Kapal Legundi rute Lombok-Surabaya, yang berangkat dari pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Keluarga pasangan entrepreneur gerai kelontong di lokasi Ampel, Surabaya, ini barusan habiskan libur lebaran untuk mudik ke Ampenan, Kota Mataram.

Serta sekarang, waktunya arus balik. Legundi masih jadi pilihan mereka, walau pengalaman pertama dari Surabaya ke Lombok 30 Mei, tidak jauh beda.

KMP Legundi, kapal laut tipe Roro yang dioperasikan PT Indonesia Ferry atau ASDP, layani rute Surabaya-Lombok PP, memang jadi pilihan beberapa orang sekarang.

Tidak hanya lambung besarnya yang dapat berisi beberapa ratus kendaraan bergaram tipe, Legundi dapat juga mengangkat optimal 800 orang penumpang.

Jika diubah dapat lebih dari enam kali pesawat Boeing 747 yang memiliki 180 penumpang.

Kelebihan yang lain, dapat berjalan-jalan sepanjang perjalanan, bisa makanan, serta buat perokok ; ini betul-betul perjalanan yang tidak menjemukan sebab – terkecuali ruangan mesin serta ruangan kendali nahkoda – sebagian besar tempat adalah asbak.

Arus mudik serta balik lebaran tahun ini mengamininya.

Keluarga Ahmad serta Zahra cuma satu diantara beberapa ratus yang sama pilih berlayar dengan Legundi karena tingginya harga ticket pesawat terbang akhir-akhir ini. Mereka juga kesulitan cari jadwal kapal legundi, padahal jadwal kapal legundi ada di keepcornwallwhole.org tanpa harus ke pelabuhan terlebih dahulu.

“Mudik ke Lombok gunakan Legundi dari Surabaya. Sebab ya, ticket pesawat mahal sekali,” kata Ahmad.

Ahmad menghitung, bila harus gunakan pesawat, ticket paling murah untuk penerbangan Lombok-Surabaya pada Senin 10 Juni 2019 ialah Rp940 ribu per orang.

Buat dia, istrinya Zahra, serta tiga putranya, karena itu Ahmad harus sediakan minimal Rp4,7 juta. Itu murni untuk ticket 5 orang penumpang.

Belum ditambah biaya taksi dari Ampenan ke Lombok International Airport (LIA), dan yang tentu mencekam ialah bayangan ongkos bagasi untuk dua koper besar serta satu carrier bag, serenteng plastik berisi oleh-oleh ciri khas Lombok.

Sesaat memakai Legundi, dia cuma perlu Rp87 ribu per orang atau seputar Rp475 ribu.

“Cuma 1/2 harga ticket pesawat, bisa bawa saya sekeluarga dengan Legundi. Tidak apa cukup bersesakan serta tidak bisa tempat, kan cuma satu malam , kira sedang camping,” tukas Ahmad.

Pemikiran tidak lain dengan Ahmad, diutarakan Ompu Saka. Pria asli Dompu ini pilih memakai Legundi ke arah Surabaya sebab ticket pesawat yang mahal.

Bersama dengan Ramdani putranya, Ompu estafet memakai bis dari Dompu ke Mataram, selanjutnya naik Legundi di Lembar.

Pria yang telah 15 tahun membuat usaha di Blitar, Jawa Timur, ini termasuk juga penumpang arus balik.

Ompu merantau ke Surabaya belasan tahun yang lalu, mengadu nasib. Semenjak menikah dengan istrinya yang asli Blitar, Ompu juga turut ke Blitar serta membuat usaha kecil dari sana.

Lebaran tahun ini, dia ingin anaknya, Ramdani yang telah kelas 2 SMP, dapat lihat nenek serta kerabat yang lain di Dompu.

“Waktu mudik gunakan Legundi, sebab pesawat waktu itu sampai Rp1,2 juta per orang yang paling murah. Dari Blitar ke Surabaya gunakan travel, terus naik kapal di Perak (Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya),” kata Ompu Saka.

Dari Dompu, Ompu Saka serta Ramdani bisa memakai bis langsung jurusan Bima-Surabaya.

Tetapi, menurut Ompu, ticket bis Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) bertambah tinggi sekali, sampai Rp900 ribu per orang.

“Pada akhirnya saya naik (bis dari Dompu) sampai Mataram saja, bayar cuma Rp300 ribu, selanjutnya naik Legundi ke Surabaya, tambah murah ongkos,” tuturnya.

Nikmati perjalanan bersama dengan Legundi memang penuh narasi.

Kenyamanan penumpang sebenarnya dapat dirasa jika saja jumlahnya penumpang diangkut tidak over kemampuan.

Di Deck 4 kapal ada ruang penumpang kelas ekonomi, kelas eksekutif, serta kamar-kamar VIP. Semua ruangan ber-AC, serta ada tv plus Wi-Fi. Ada pula kafetaria 24 jam di semasing kelas yang jamin bermacam menu makan serta keperluan soft drink serta camilan sepanjang perjananan.

Sesaat di Deck 5, ada kafe & restauran, tempat duduk enjoy, serta ada pula mushola kapal untuk menunaikan keharusan shalat.

Di semua deck ada unit-unit toilet yang bersih dan rapi.

Legundi yang bekerja di rute Surabaya-Lombok PP semenjak akhir 2016, telah terkenal buat golongan sopir truk.

Di Kapal ini juga, ada deck ruang spesial untuk beberapa sopir truk serta kendaraan yang lain. Ruang ini dibedakan dari ruang penumpang umum.

Bijak Junaidi, sopir truk asal Malang akui telah berlangganan Legundi sejal awal 2018.

“Dahulu ya sepi (penumpang). Menguasai sopir truk layanan ekspedisi lah. Tetapi saat ini telah beralih jadi makin banyak penumpang, dampak ticket pesawat mahal,” kata Junaidi.

Toh, buat sopir truk seperti Bijak, jarak yang terpangkas serta keringanan melalui Lombok-Surabaya memakai Legundi, tetap berbanding lurus dengan pendapatan mereka yang turut terpangkas.

“Nyaman memang gunakan Kapal ini, bertambah cepat serta aman. Tetapi ya, uang harian kita (jadi sopir) ikut juga terpangkas,” tukas Junaidi.

Tetapi, Junaidi masih bersyukur ada Legundi. Minimal, setiap saat perjalanan dia dapat meningkatkan banyak saudara seperjalanan, berteman serta share narasi dengan sama-sama penumpang yang datang dari bermacam background.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*